GIGI GINGSUL

Gigi Gingsul

Gigi Gingsul adalah gigi taring atas yang tumbuh tidak pada tempatnya, biasanya di sisi atas samping depan. Karena pertumbuhan lebih ke arah pipi, maka saat tersenyum sering terlihat menonjol di sudut mulut.

Gigi Gingsul termasuk salah satu kelainan pertumbuhan pada gigi-geligi. Penyebabnya antara lain kurangnya ruangan akibat gigi berjejal pada lengkung rahang, atau ukuran gigi-gigi yang besar menempati lengkung rahang yang kecil sehingga gigi berjejal.

Gigi susu yang terlambat dicabut (persistensi) atau sebaliknya, gigi susu yang terlalu cepat dicabut, juga bisa memicu tumbuhnya gigi taring gingsul.

Gigi gingsul dipengaruhi juga faktor genetik (keturunan), letak benih yang salah, atau trauma pada gigi susu yang menyebabkan gigi tetap tumbuh gingsul karena akar gigi sulung menjadi ankilosis atau mengalami keterlambatan dalam resorpsi akar.

Efek dari gigi gingsul yang kurang baik yaitu mudah terjadi penumpukan/akumulasi plak gigi, serta kesulitan membersihkan daerah itu dengan sikat gigi. Meski demikian, gigi taring sebaiknya tak boleh dicabut karena sangat diperlukan untuk membentuk sudut lengkung rahang dan membuat muka terlihat simetris dan wajah tidak cekung jika dilihat dari samping.

Gigi gingsul bisa dirapikan dengan kawat gigi. Sebab fungsi utama penggunaan alat ortodonti atau kawat gigi adalah meratakan gigi.

Pemilihan metode perawatan dan cara yang digunakan pada penatalaksanaan kasus maloklusi dengan gigi gingsul tergantung posisi (letak), angulasi, dan inklinasi gigi.

Posisi / letak gigi gingsul sangat penting. Untuk menentukan diagnosa yang tepat, perlu dilakukan evaluasi klinis dan radiogragrafis. Evaluasi klinis dilakukan dokter gigi dengan jalan inspeksi dan perabaan.

Jika tak terdeteksi dengan perabaan, maka perlu dilakukan pemeriksaan foto rontgen. Bisa menggunakan foto rontgen periapikal, foto oklusal, maupun foto panoramik.

Perawatan gigi gingsul bertujuan mengarahkan pertumbuhan dan mengembalikan gigi ke posisi normal. Ada sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan, yaitu kebutuhan ruang, pengadaan ruang, dan perawatannya.

Khusus untuk gigi yang belum muncul di rongga mulut, pertimbangan itu ditambah dengan keputusan untuk mengangkat gigi yang terpendam, pembedahan untuk membantu proses pertumbuhan, dan aplikasi tarikan kawat gigi.

Tak Mesti Dicabut

Untuk mengembalikan gigi ke posisi normal, dibutuhkan ruang yang cukup bagi gigi taring tersebut. Apakah perlu mencabut gigi lain untuk perawatan itu? Belum tentu. Jika lengkung rahang masih ‘’luas’’, ruangan untuk meratakan gigi bisa diperoleh dari pelebaran / ekspansi lengkung gigi.

Konsultasi awal secara langsung dapat membantu dokter gigi untuk memperkirakan langkah yang harus diambil untuk meratakan gigi. Jadi jangan takut dicabut dulu ya, ada alternatif selain itu bila keadaan memungkinkan.

Jika diperlukan tindakan pencabutan gigi untuk mendapatkan ruang yang dibutuhkan, biasanya yang dicabut geraham kecil pertama, dan gigi taring dikembalikan ke lengkung rahang.

Dengan demikian, gigi gingsul tidak perlu lagi ditakuti. Perawatan kawat gigi yang benar akan menghasilkan gigi-geligi yang tertata baik dan senyum yang indah. Tidak hanya itu, perawatan ini juga meningkatkan estetika wajah, fungsi bicara, dan pengunyahan yang baik.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: